Filosofi Kopi 2 versi Kacamataku

Siang itu, kak ana teman kantor ngajakin ke trans mall, sebenarnya rada malas sih, soalnya gak punya tujuan tertentu ngemall siang-siang pula. Tapi demi melihat rengekan kak ana, aku pun ikut menemani. Taxi online kami mulai memasuki kawasan Trans Mall, tapi mataku tertuju pada baliho yang berada disisi kiri jalan, Nonton bareng Gala Premiere Filosofi Kopi 2, beserta casting filmnya. Wow, harus nonton nih.
pas nyampe kantor, aq bingung sendiri, kenapa? aq bingung nontonnya sama siapa y? mulailah aq membuka kontak what's up ku, menjapri gengs yang memang teman jokka ( baca : jalan-jalan).
u know what? tiga penolakan sekaligus dalam sehari aq dapetin hanya karena mengajak mereka nonton bareng Film Indonesia. and u know what? aq orangnya paling gak suka penolakan. Kalau qm masih bisa komunikasi sama aq setelah penolakan itu, berarti qm beruntung! (ngomong sama siapa y?hehe) 



Mungkin aq tidak akan bercerita banyak tentang Filosofi Kopi 2, kalian tinggal mengetik kata kunci Filosofi Kopi 2 di sistem pencarian google atau baca blog dari blogger Makassar, maka kalian sudah bisa membayangkan seperti apa film yang dibintangi oleh Chicko Jericko ( Ben), Rio Dewanto ( Jod), serta pemanis film ini yang sekaligus membuat cerita Filosofi Kopi 2 lebih berwarna, bukankah cerita cinta selalu sukses mengisi kekosongan sebuah cerita?, namun konflik dalam film besutan Angga Dimas Sasongko Jenny Jusuf, penulis skenario, M. Irfan Ramli yang ikut meracik film sekuel ini. dan penulis buku Filosofi Kopi mba Dewi “Dee” Lestari yang menjadi konsultan kreatif cerita untuk film ini. Romantisme terasa kental dengan munculnya dua sosok yang mampu membuat alur cerita Filosofi Kopi 2 ini semakin manis, LunaMaya yang memerankan Tara, fans Filosofi Kopi yang saking fansnya rela menginvestasikan uang hasil jerih payahnya bekerja selama 5 tahun agar Filosofi Kopi bisa kembali lagi. 

Oh, masih ada? Aq kira tinggal legenda (salah satu dialog ketika Jod menawarkan kartu namanya ke Tara)



Nadine Alexandria atau yang akrab disapa Brie, juga tak kalah manisnya di Filosofi Kopi 2, cewek barista yang sebenarnya lebih ngefans sama Fiosofi Kopi sehingga rela meninggalkan tempat dia bekerja sebelumnya dan harus menghadapi sikap bos seperti Ben, yang suka menampakkan ketidaksukaannya kepada Brie, walaupun begitu Brie tetap bertahan di Filosofi Kopi, karena apa?


Yang penasaran, beli tiketnya langsung, kalau emang kamu ngaku Aku Garuda, yang Cinta Indonesia. Karena apa? Satu tiket yang kamu beli artinya kamu udah nyumbang 1 butir benih kopi untuk petani Indonesia.

Berbicara kembali soal penolakan (masih aja dibahas hehe), jujur ya, aq heran sama teman – teman aq dan mereka yang mengatakan “akh film Indonesia”, nanti juga bakal tayang di Tv. Mungkin teman – teman pernah mengalami hal yang sama dengan saya. Atau semoga tidak, karena sebagai orang Indonesia, yang Cinta Indonesia, jujur saya sedih. Coba kalian tanya sama diri kalian sendiri, kalau bukan kita ( orang Indonesia) yang mendukung film Indonesia, apa harus nunggu bioskop dipenuhi lagi dengan orang-orang Non Indonesia? Karena justru pihak asing yang lebih menghargai dan mencintai Indonesia. Kenapa saya bilang begitu? Kalian bisa check di google, angklung justru dipelajari oleh orang asing, batik salah satu identitas Indonesia juga hampir jadi milik asing. Kalau musik adalah bahasa universal, buatku film Indonesia adalah identitas Indonesia yang hanya ditonton oleh orang – orang yang tahu cara menghargai bumi tempat dia berpijak (semakin dalam bukan?hehe)

Filosofi Kopi 2, film yang menonjolkan kopi dari sisi kehidupan kita sehari - hari, seperti....

1. Keluarga
Hubungan emosional antara Ben dan ayahnya sangat terasa di Filosofi Kopi 2, bagaimana Ben kehilangan ayahnya ditengah perjuangan mengembangkan mimpinya yang akan ia persembahkan untuk ayahnya yang juga ternyata telah menyiapkan kebun kopi untuk anak semata wayangnya.

2.      2. Persahabatan

    Bagi yang sudah nonton Filosofi Kopi 1 pasti sudah pada tahu gimana persahabatan Ben  Jod yang udah lebih dari saudara. Ketika  persahabatan diuji, cuman satu yang benar – benar bisa membuatnya hampir berantakan, cinta, justru disaat Ben yang baru saja kehilangan ayahnya, disaat dia benar – benar butuh support dari orang yang katanya menganggapnya sebagai sahabat bahkan saudara, malah menemani Tara ke Makassar, Toraja. Saya justru kenal 1 tempat di Toraja justru dari filosofi kopi 2, gimana? Masih mau di-spoiler-in terus? Nonton dunk 

3.   3.. Cinta.
     Tahu gak katanya cinta seperti angin, kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa merasakannya. Apa yang Brie lakukan di Filosofi Kopi, bertahan meski sering dijutekin Ben, apa yang dilakukan Jod, saat konsistensinya sebagai sahabat diuji, malah nemenin Tara, apalagi alasannya kalau bukan Cinta 
4
     Filosofi Kopi seperti namanya, filosofi kopi dipenuhi dengan kata – kata indah, yang sempat aq rekam dikepalaku itu pesan Ben, Kopi bukan untuk diminum, tapi dinikmati. Di Filkop 2 ini, juga ditampilkan salah satu warung kopi yang pertama kali aq kenal lewat MIWF kemarin dirotterdam, entah kenapa, buku dan kopi adalah hal yang juga selalu berbarengan. Warkop Ujung, salah satu adegan Jod dan Tara disajikan di warung Kopi yang berada di jalan Sulawesi Makassar (dan saya pengen sekali kesana, meski sampai saat ini belum terwujud. Sempat ngajak seseorang kesana,  yang katanya suka banget sama kopi, bahkan dia fikir kopi ujung itu hanya ada dalam film) Nah ngaku pecinta kopi? Nyumbang  biji Kopi dunk untuk petani Indonesia, mudah koq, nonton aja Filosofi Kopi 2.
   Kayaknya bukan hal yang baru kalau membahas keindahan Indonesia. Toraja, salah satu tujuan pariwisata di Indonesia, ditampakkan di film ini ( tapi sayang menurut aq belum terlalu diekspose, negeri di atas awan tidak dimunculkan dalam film ini, apa karena momentnya gak dapat atau gimana? Padahal kalau kamu ke Toraja kamu wajib ke Lolai, negeri di atas awan, masya Allah indah banget. Dan memang Toraja juga dikenal dengan kopinya. 

Untuk pecinta kopi dan yang baru akan menikmati kopi, dan ngaku orang Indonesia, segera ke bioskop di Kota kamu, tanggal 13 Juli 2017 untuk menyaksikan keindahan Indonesia dari mata pencinta dan penikmat kopi.
Jadi, kapan kita Ngopi bareng?

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut