Novel sarat makna kehidupan, Athirah

Bismillahirrahmanirrahiim








Tak kenal maka tak sayang, novel ini membuat saya mengenal siapa sosok dibalik nama besar orang nomor dua di Indonesia saat ini. Bukan hanya karena saya tercatat sebagai karyawati diperusahaan beliau, tapi lebih dari itu, sejarah dari perusahaan yang dibangun dengan kerja keras pendirinya semakin membuat saya bangga bisa menjadi bagian dari perusahaan ini. Novel ini tidak hanya berkisah tentang keindahan hati seorang ibu, tapi juga berkisah tentang Cinta, perjuangan, keikhlasan, kesabaran, tentang keluarga.

Siapa yang tidak mengenal bapak Jusuf Kalla di Indonesia, nama besar beliau yang selalu identik dengan slogan Lebih Cepat Lebih Baik yang juga mencerminkan sikap dan pengambilan keputusannya dalam bekerja dan mengapa hal itu bisa terbentuk dalam diri seorang Jusuf Kalla bisa ditemukan didalam novel sarat makna ini. Ayahnya Bapak Hadji Kalla adalah salah satu pewaris ilmu bisnis yang sangat berpengaruh dalam hidup beliau. Bagaimana sejarah dagang bapak Hadji Kalla yang memulai usahanya dari kios sederhana didaerah Bone, Sulawesi Selatan hingga menjadi Perusahaan besar seperti sekarang dimana kantor pusatnya berada di Jl. DR. Sam Ratulangi, Makassar, Wisma Kalla, bisa anda temukan di novel Athirah yang bersampul kuning gading dengan rumah panggung khas Bugis, Sulawesi Selatan. Dalam berdagang, Hadji Kalla menerapkan syariat Islam. Memberikan sebesar – besarnya manfaat bagi orang banyak. Sesuai dengan Hadist riwayat Rasulullah SAW, “sebaik – baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi sesamanya”

Ada pesan khusus dari bapak Hadji Kalla kepada anak laki - laki kebanggan beliau, Jusuf Kalla dalam berdagang, pesan ini terdapat dihalaman 241-Athirah,
Kau tahu, Jusuf, pekerjaan berdagang sebenarnya adalah  pekerjaan yang bersumber pada kesabaran. Kau harus sabar mengumpulkan keuntungan sedikit demi sedikit untuk bisa menciptakan kesejahteraan bagi hidupmu. Kau tak bisa memaksakan kehendak. Keberhasilan berdagang adalah bila kau berhasil membuat orang lain merasakan manfaat dan kepercayaan

Dan nasihat yang paling diingat oleh Bapak Jusuf Kalla adalah jika kau ingin untung dengan cepat, kau telah mulai serakah dan melakukan hal-hal yang buruk. Jangan pernah bercita-cita cepat menjadi kaya, Jusuf. Bercita – citalah menjadi orang yang bisa berbagi”.

Hal ini kemudian diterapkan oleh Bapak Jusuf Kalla, dimana ketika pihak manajemen Toyota Jepang menawarkan untuk menjadi agen tunggal pemegang merek Toyota di Indonesia, pak Jusuf Kalla lebih memilih menjadi dealer penjualan mobil Toyota untuk Wilayah Indonesia Timur. Beliau dengan jiwa besar menyerahkan kesempatan emas tersebut kepada sahabatnya William Soerjadjaja (pemilik perusahaan Astra).

Dan alasan yang paling mendasar dari keputusan bapak Jusuf Kalla adalah beliau tidak ingin berada jauh dari perempuan yang sangat berjasa dan sangat dicintai dalam hidupnya, Athirah.

Dinovel ini juga Pak Jusuf Kalla menceritakan tokoh – tokoh  yang berjasa didalam perjuangannya. Dan salah satu tokoh berpengaruh tersebut adalah perwira hebat, Bapak Jenderal M. Jusuf (tokoh Makassar yang namanya diabadikan sebagai nama Rumah sakit dan baruga di Kota Makassar).

Satu nasehat yang melekat dari Jenderal M.Jusuf kepada Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla’
Jusuf, kau anak muda yang memiliki visi sangat bagus untuk pembangunan. Aku suka dengan pandangan – pandanganmu. Mulailah kau bergerak dari bumi kelahiranmu “.

Jika kita telah mengetahui ilmu dagang yang dimiliki oleh Bapak Jusuf Kalla banyak ditularkan oleh Ayahnya bapak Hadji Kalla, kita akan memasuki inti dari Novel ini yang juga merupakan judul dari Novel yang baru saja difilmkan diseluruh bioskop Indonesia dan menembus Vancouver International Film Festival (VIFF) serta sosok yang membentuk jiwa sosial seorang Jusuf Kalla, beliau tak lain adalah perempuan yang sangat dicintai dan dibanggakan, ibu yang telah mengajarkannya nilai - nilai kehidupan yang sesungguhnya, ibunda bapak Jusuf Kalla, Athirah.

Dalam novel ini bukan cuma nilai – nilai kehidupan yang pembaca dapatkan, melainkan susunan kata – kata yang mampu mengajarkan hati kita dalam mengelola keadaan yang sulit menjadi pelajaran untuk menerima ketetapan ALLAH dan berfikir optimis jika kita dihadapkan pada keadaan yang tidak kita inginkan. 

Tak apa kalau ada jatah saya yang hilang, ALLAH pasti akan menggantinya (hal.137 – Athirah)

*bersambung
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut