Kisah Kasih Yellow Campus part Jelang Ujian Meja

Sore yang sibuk di kampus kuning, nama yang aq berikan untuk sekolah tinggi ilmu ekonomi Makassar bongaya yang berlokasi di jalan mappaouddang, dan sampai sekarang saya suka lupa nomor berapa :D
Para calon pemakai toga mulai lalu lalang diruang administrasi, ada yang membawa map berisikan kertas berlembar – lembar, kayaknya itu skripsi deh. Ada juga yang membawa kertas tiga warna, kuning, pink, putih, ohh kayaknya itu KRS deh. Dan ada raut wajah tegang, seakan Makassar udah hujan deras, bercampur guntur (walau cuaca diluar normal kalau ibarat lagu, lagunya potret "bagaikan langit"). Hmm kayaknya itu aq deh :D

Ta, dah tahu jadwal ujian meja ta belom?
Pertanyaan dari dina, teman sekelas plus teman kostq sempat membuyarkan lamunanq sore itu.

Iya, sudah. Jawabq masih dengan nada lemes bin galau

Kita satu kelompok kan? Masih dari Dina juga pertanyaan itu

Iya, nanti kita belajar sama – sama yah. Aq mencoba memotivasi diriq kalau aq gak sendiri

Iya, harus dunk, walaupun penguji kita terkenal dengan penguji terkiller abad ini.hehehe

Gurauan Dina kali ini hanya membuatq tersenyum dan masih gak habis fikir kenapa aq bisa masuk golongan para calon toga yang diuji dengan penguji terkiller. Oh GOD, kayaknya ada yang salah waktu pembagian penguji deh, koq dapatnya dosen akuntansi, padahal aq kan sesungguhnya anak manajemen, dan agak sedikit trouble ma yang namanya akuntansi, hfufthhh
Berbeda dengan sahabat – sahabatq yang lain, setelah pengumuman penguji wajah mereka seperti sinar matahari pagi, terpampang nyata kalau mereka senang dengan penguji mereka, dan yang buat makin mendung ni wajah, dari semua teman serumahq, cuman aq yang dapat si penguji terkiller. Tapi gak koq, kan ada Dina, berarti aq gak sendiri, dan aq harus yakinkan kalau ada alasan yang Allah berikan untukq sebagai golongan mahasiswa - mahasiswa yang berada dibawah naungan dosen akuntansi yang terkenal susah memberikan nilai baik bagi yang diuji.
Mendung diwajahq kebawa hingga kostnq. Sahabat – sahabatq berusaha menghiburq. Bahkan ada yang sampai nelpon beri semangat, entah dia tahu darimana, padahal kami tidak satu atap. Tapi tetap aja, mukaq gak bisa bohong kalau ni air mata dah sampai diujung kelopak mataq...tapi aq beruntung punya sahabat yang selalu mensupport, mungkin karena sesama anak rantau jadi, serasa sepenanggungan.
Sehari sebelum kami ujian meja, sejak sore copian skripsiq gak pernah lepas dari genggamanq, kalau profesiq sekarang adalah aktris, mungkin ditanganq ini adalah script cerita film yang akan tayang di XXI, tapi kenyataannya lembaran – lembaran yang ada ditanganq saat ini adalah beberapa hal yang mempengaruhi tingkat suku bunga, belum lagi sejarah bursa efek, yah semua tercakup dan kalau saya beberkan lagi disini, apa kalian akan mengujiq seperti dosen terkillerq?hehehe

Din, malam ini aq nginap dikamarmu y?

Iya boleh, supaya kita lebih fokus belajar.
Nampaknya Dina juga senang bisa belajar bareng sama yang sedang sepenanggungan dengannya

Karena teman sekamarq tidak segolongan denganq kali ini, dan mereka aman dari golongan mahasiswa sepertiq dan dina, aq memilih untuk nginap dikamarnya dina. Support yang kita dapatkan ketika kita berada dalam situasi yang sama akan berbeda dengan yang tidak mengalaminya.
Kejadian dikamar dina malam itu membuatq tertawa – tawa sendiri kalau mengingatnya. Gimana gak? Bukannya belajar, si dina malah ngapalin doa – doa. Hmm maklum anaknya pak imam, jadi wajarlah kalau do’anya panjang - panjang dan beragam. Kami berdua sampai gak tidur saking shocknya, bukan karena gak bisa jawab atau gak nguasain skripsi kami, tapi issue tentang si dosen killer yang pernah sempat tidak meluluskan mahasiswanya membuatq dan dina seakan mendapat mimpi buruk kalau mata kami terpejam :D
Seperti apa suasana sewaktu ujian meja berlangsung???


(cerita ini sudah nangkring diFBq sejak 15 Juli 2013. Mungkin karena naluri ingin lanjut S2 makanya kangen banget bangku kuliah :). Walau belum lanjut sekolahnya, sebaiknya tulisannya saja dulu yang dilanjutkan, sekedar remind untukq hehe)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut